Cara Optimasi Website agar Lebih Siap Muncul di Google AI Overview & AI Mode
Google Search sedang mengalami perubahan besar. Pengguna tidak lagi hanya mendapatkan daftar link biru, tetapi juga dapat memperoleh jawaban yang dirangkum AI melalui Google AI Overview dan melakukan pencarian yang lebih kompleks melalui AI Mode.
Perubahan ini membuat banyak pemilik website bertanya: apakah strategi SEO lama masih berlaku? Apakah website membutuhkan schema khusus untuk AI? Apakah harus membuat llms.txt? Apakah artikel harus ditulis dengan format tertentu supaya dapat dipilih AI?
Jawaban resmi Google justru menunjukkan bahwa fondasinya tetap SEO. Google menjelaskan bahwa fitur generative AI di Search dibangun di atas sistem inti Google Search, termasuk sistem ranking, kualitas, crawling, dan indexing. Halaman yang ingin memiliki peluang tampil sebagai link pendukung di AI Overview atau AI Mode tetap harus dapat diakses, di-crawl, diindeks, dan memenuhi persyaratan Search.
Google juga menekankan bahwa konten yang unik, bermanfaat, relevan, memiliki sudut pandang atau pengalaman nyata, serta dibuat untuk manusia tetap menjadi fondasi penting untuk visibilitas di generative AI Search.
Google menyediakan panduan resmi optimasi website untuk fitur AI generatif di Google Search yang menjelaskan bagaimana praktik SEO dapat diterapkan pada pengalaman Search baru seperti AI Overview dan AI Mode.
Apa Itu Google AI Overview dan AI Mode?
AI Overview adalah fitur di Google Search yang menampilkan ringkasan berbasis AI untuk membantu pengguna memahami sebuah pertanyaan atau topik dengan lebih cepat. Dalam respons tersebut, Google dapat menampilkan link yang mengarah ke berbagai sumber web yang relevan.
Sementara itu, AI Mode merupakan pengalaman Search yang lebih bersifat percakapan dan eksploratif. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan yang kompleks, melakukan pertanyaan lanjutan, serta mengeksplorasi suatu topik secara lebih mendalam.
Perkembangan ini membuat pola pencarian semakin kompleks. Google menjelaskan bahwa sistem generative AI Search dapat menggunakan teknik seperti retrieval-augmented generation atau grounding serta query fan-out. Query fan-out memungkinkan sistem menghasilkan beberapa pencarian terkait untuk memahami berbagai aspek dari pertanyaan pengguna.
Contohnya, seseorang mungkin bertanya:
"Bagaimana cara memperbaiki website bisnis yang traffic organiknya rendah tetapi sudah mempunyai banyak artikel?"
Sistem dapat perlu memahami beberapa subtopik sekaligus, misalnya indexing, kualitas konten, struktur internal link, technical SEO, search intent, serta data performa.
Karena itu, website yang memiliki informasi yang jelas, relevan, terstruktur, dan benar-benar membantu pengguna menjadi semakin penting.
Apakah SEO Masih Penting di Era AI Search?
Ya. Google secara langsung menyatakan bahwa praktik dasar SEO tetap relevan untuk generative AI Search karena fitur AI tersebut tetap berakar pada sistem inti Google Search.
Menurut Google, fitur generative AI menggunakan sistem Search untuk mengambil halaman web yang relevan dari indeks, kemudian menggunakan informasi dari halaman tersebut untuk membantu membangun respons yang lebih relevan dan dapat menyertakan link ke sumber terkait.
Artinya, perubahan dari Search biasa menjadi AI Search tidak berarti Google berhenti menggunakan website.
Yang berubah terutama adalah bagaimana informasi dari berbagai halaman web dapat dikombinasikan untuk menjawab pertanyaan pengguna.
Google juga menjelaskan bahwa memenuhi semua persyaratan teknis dan SEO tidak menjamin sebuah halaman akan selalu di-crawl, diindeks, atau ditampilkan dalam hasil pencarian maupun fitur generative AI.
Karena itu, strategi SEO 2026 bukan mencari "trik supaya dipilih AI", tetapi memastikan website mempunyai fondasi teknis dan kualitas konten yang kuat.
1. Pastikan Website Bisa Di-crawl dan Diindeks Google
Langkah pertama bahkan sebelum membahas AI Overview adalah memastikan Google dapat mengakses halaman website Anda.
Menurut Google Search Technical Requirements, sebuah halaman harus memenuhi persyaratan teknis dasar agar dapat dipertimbangkan untuk muncul di Google Search.
Secara umum, periksa beberapa hal berikut:
- Googlebot tidak diblokir oleh robots.txt.
- Halaman dapat diakses dan memberikan respons HTTP yang berhasil.
- Halaman tidak menggunakan
noindexsecara tidak sengaja. - Konten utama dapat diakses Google.
- Canonical URL mengarah ke versi halaman yang benar.
- Tidak terdapat masalah server yang menyebabkan halaman gagal diakses.
Untuk melakukan pemeriksaan, gunakan Google Search Console dan URL Inspection.
Website yang belum dapat di-crawl atau diindeks dengan baik seharusnya tidak langsung memikirkan optimasi AI Search. Masalah dasarnya harus diperbaiki terlebih dahulu.
2. Pastikan Website Diikutsertakan dalam Fitur AI Generatif Google Search
Ini merupakan salah satu kontrol baru yang sangat relevan pada 2026.
Google sekarang menyediakan Generative AI Search controls di Search Console. Per 31 Agustus 2026, Google menyatakan bahwa kontrol tersebut telah diluncurkan ke seluruh situs di seluruh dunia.
Pengaturan ini memungkinkan pemilik situs menentukan apakah konten mereka dapat disertakan dalam fitur generative AI Search.
Google menyediakan pilihan untuk menyertakan link dan konten website dalam fitur generative AI Search sehingga halaman dapat muncul sebagai link dan dapat digunakan untuk membantu grounding respons AI.
Karena itu, ketika melakukan audit SEO modern, jangan hanya memeriksa indexing, robots.txt, canonical, dan sitemap. Periksa juga pengaturan AI generatif di Search Console.
Dokumentasi resminya dapat dilihat pada Kontrol Penelusuran AI Generatif di Google Search Console.
3. Buat Konten yang Unik dan Tidak Sekadar Komoditas
Ini merupakan salah satu poin terpenting dalam panduan resmi Google.
Google menyebut pentingnya membuat valuable, non-commodity content. Sederhananya, jangan hanya menulis ulang informasi yang sudah tersedia di puluhan website lain.
Konten yang bersifat komoditas biasanya berupa informasi umum yang bisa ditulis oleh siapa saja.
Contohnya:
"7 Tips SEO untuk Pemula."
Topik tersebut bukan berarti buruk. Masalahnya adalah jika isinya hanya kumpulan tips umum yang tidak menawarkan informasi baru, pengalaman, data, analisis, atau sudut pandang tertentu.
Sebaliknya, artikel seperti:
"Cara Memperbaiki Website Bisnis yang Sudah Memiliki 200 Artikel Tetapi Traffic Organiknya Tetap Rendah"
dapat memberikan nilai yang lebih spesifik apabila di dalamnya terdapat proses audit, data, kesalahan yang ditemukan, perubahan yang dilakukan, serta hasilnya.
Google secara eksplisit menyarankan agar pemilik website tidak sekadar mendaur ulang informasi yang sudah tersedia di internet atau menghasilkan konten yang dapat dibuat dengan mudah menggunakan generative AI tanpa nilai tambah.
Anda dapat membaca panduan lengkap Google mengenai hal tersebut di Google Search Central: Optimizing Your Website for Generative AI Features.
4. Masukkan Pengalaman, Data, atau Analisis Asli
Website yang membahas suatu topik dengan pengalaman nyata memiliki peluang memberikan nilai yang lebih tinggi dibanding artikel yang hanya mengulang teori.
Misalnya Anda menulis tentang Google Ads.
Alih-alih hanya mengatakan:
"Negative keyword penting untuk mengurangi traffic yang tidak relevan."
Anda dapat membahas:
"Dalam audit Search Terms sebuah campaign, ditemukan sejumlah query dengan intent yang tidak sesuai. Setelah negative keyword diperbarui, traffic yang tidak relevan berkurang dan budget dapat difokuskan pada pencarian yang lebih dekat dengan layanan utama."
Contoh kedua memberikan konteks yang lebih nyata karena terdapat proses dan analisis.
Bentuk bukti yang dapat Anda masukkan antara lain:
- Screenshot Search Console.
- Screenshot Google Ads.
- Data sebelum dan sesudah optimasi.
- Studi kasus.
- Eksperimen SEO.
- Analisis halaman tertentu.
- Kesalahan dan cara memperbaikinya.
Google menyebut bahwa sudut pandang unik dan pengalaman langsung dapat membuat konten lebih bernilai dibanding sekadar rangkuman informasi yang sudah tersedia.
5. Jawab Pertanyaan Utama dengan Jelas
Pengguna Search semakin sering mengajukan pertanyaan panjang dan spesifik. Karena itu, artikel sebaiknya tidak membuat pembaca menunggu terlalu lama untuk mengetahui jawaban utama.
Contohnya, apabila artikel membahas:
"Cara meningkatkan CTR Google Ads"
Berikan prinsip utamanya terlebih dahulu, kemudian lanjutkan ke penjelasan, langkah implementasi, contoh, kesalahan, dan pengukuran hasil.
Struktur sederhana yang efektif:
- Jawaban langsung.
- Penjelasan mengapa hal tersebut penting.
- Langkah implementasi.
- Contoh.
- Kesalahan yang harus dihindari.
- Cara mengukur hasil.
Struktur seperti ini bukanlah "format khusus AI". Ini adalah struktur penulisan yang baik karena memudahkan manusia membaca dan menemukan informasi yang mereka butuhkan.
6. Gunakan Heading yang Jelas dan Terstruktur
Gunakan heading untuk membagi informasi menjadi bagian yang mudah dipahami.
Misalnya:
<h2>Apa Itu AI Overview?</h2>
<h2>Cara Menyiapkan Website</h2>
<h3>Periksa Indexing</h3>
<h3>Perbaiki Internal Link</h3>
<h3>Optimalkan Konten</h3>
<h2>Cara Mengukur Hasil</h2>
Jangan menggunakan heading hanya untuk menjejalkan keyword.
Heading harus membantu pembaca mengetahui struktur artikel.
Google juga menyatakan bahwa halaman tidak memiliki jumlah kata ideal tertentu. Artikel sebaiknya cukup panjang untuk menjawab kebutuhan pembaca, bukan dipanjangkan hanya agar mencapai target jumlah kata.
7. Jangan Mengejar Keyword dengan Mengulangnya Secara Berlebihan
Pada era AI Search, strategi keyword stuffing menjadi semakin tidak masuk akal.
Google menjelaskan bahwa sistemnya dapat memahami sinonim, konteks, dan makna umum dari pencarian. Karena itu, pemilik website tidak harus menulis setiap variasi long-tail keyword secara persis di dalam artikel.
Misalnya artikel tentang:
SEO untuk AI Search
dapat secara alami menggunakan istilah seperti:
- AI Overview
- AI Mode
- Google Search
- generative AI Search
- Search Console
- indexing
- technical SEO
- internal linking
- search intent
- content quality
Namun, gunakan istilah tersebut ketika memang relevan dengan pembahasan.
Tujuannya bukan membuat artikel terlihat penuh keyword, tetapi membangun konteks yang lengkap dan natural.
8. Bangun Internal Link yang Logis
Internal linking sangat penting untuk membantu pengguna dan Search Engine memahami hubungan antarhalaman dalam sebuah website.
Contohnya, artikel tentang AI Search dapat mengarah ke artikel lain tentang SEO teknis, Google Ads, conversion tracking, atau website.
Untuk website Vortex, artikel ini dapat menghubungkan pembaca dengan halaman Vortex Digital Marketing sebagai halaman utama serta halaman layanan yang relevan.
Contohnya, apabila pembaca membutuhkan website yang mempertimbangkan SEO, performance, UX, dan conversion, Anda dapat mengarahkannya ke layanan Website Vortex.
Untuk kebutuhan paid acquisition, pembaca dapat diarahkan ke layanan Ads Vortex.
Internal link sebaiknya menggunakan anchor text yang deskriptif.
Contoh yang lebih baik:
dibanding:
Anchor text deskriptif memberikan konteks yang lebih jelas bagi pembaca.
9. Buat Struktur Website Berbasis Topik
Jangan melihat SEO hanya sebagai optimasi satu artikel.
Website sebaiknya memiliki struktur informasi yang jelas sehingga artikel-artikel yang membahas topik berdekatan saling terhubung.
Contoh struktur website digital marketing:
Digital Marketing
│
├── SEO
│ ├── Technical SEO
│ ├── Keyword Research
│ ├── On-Page SEO
│ └── AI Search
│
├── Google Ads
│ ├── Search Ads
│ ├── Conversion Tracking
│ └── Campaign Optimization
│
├── Meta Ads
│ ├── Lead Ads
│ ├── Creative Testing
│ └── Conversion Optimization
│
└── Website
├── Landing Page
├── Technical Performance
└── Conversion Optimization
Dengan struktur tersebut, pembaca dapat berpindah dari satu halaman ke halaman lain untuk memperdalam suatu topik.
Google juga menjelaskan bahwa link merupakan salah satu cara penting bagi Search untuk menemukan halaman serta memahami hubungan antarhalaman.
10. Pastikan Konten Penting Tersedia dalam Bentuk Teks
Website modern dapat menggunakan JavaScript, animasi, video, visual interaktif, dan elemen dinamis.
Semua itu boleh digunakan. Namun, informasi inti jangan hanya tersedia dalam bentuk visual yang tidak memiliki representasi teks yang memadai.
Contohnya, halaman jasa digital marketing sebaiknya tetap memiliki teks HTML yang menjelaskan:
- Nama layanan.
- Deskripsi layanan.
- Manfaat.
- Target pengguna.
- Fitur atau cakupan layanan.
- Call to action.
Google menjelaskan bahwa JavaScript dapat diproses, selama konten tersebut tidak diblokir dan implementasinya mengikuti praktik SEO yang baik.
Karena itu, desain visual dan animasi boleh digunakan, tetapi jangan mengorbankan aksesibilitas informasi utama.
11. Perbaiki Page Experience
Ketika pengguna menemukan website melalui Search atau AI Search, pengalaman setelah klik tetap penting.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan:
- Website responsif pada perangkat mobile.
- HTTPS aktif.
- Konten utama mudah ditemukan.
- Loading halaman tidak mengganggu pengguna.
- Layout tidak bergeser secara berlebihan ketika halaman dimuat.
- Pop-up tidak menutupi konten utama secara mengganggu.
- Konten dapat dibaca dengan nyaman.
Google memiliki dokumentasi khusus mengenai Page Experience yang menjelaskan aspek pengalaman pengguna di halaman web.
Untuk bisnis yang membutuhkan website yang mempertimbangkan UX, performa, SEO, mobile responsiveness, dan conversion, Anda dapat melihat Website Service Vortex.
12. Kurangi Duplicate Content
Website yang memiliki banyak halaman dengan isi yang sangat mirip dapat menyebabkan struktur informasi menjadi tidak jelas.
Salah satu contoh yang sering terjadi adalah pembuatan halaman lokasi secara massal.
Misalnya:
- Jasa SEO Jakarta
- Jasa SEO Bandung
- Jasa SEO Surabaya
- Jasa SEO Tangerang
Jika setiap halaman hanya mengganti nama kota sementara seluruh isi hampir identik, halaman tersebut belum tentu memberikan nilai unik bagi pengguna.
Jika memang membutuhkan landing page berbasis lokasi, tambahkan informasi yang benar-benar relevan dengan lokasi tersebut.
Contohnya:
- Karakteristik pasar lokal.
- Area layanan.
- Contoh kasus lokal.
- FAQ yang spesifik terhadap wilayah.
- Alamat atau informasi bisnis lokal yang benar.
Google sendiri menyarankan pemilik website mengurangi duplicate content ketika memiliki waktu untuk melakukan perbaikan karena terlalu banyak URL dengan konten serupa dapat memboroskan resource crawling dan membuat pengalaman pengguna menjadi buruk.
13. Jangan Membuat Schema Khusus AI
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul dalam diskusi AEO atau GEO adalah anggapan bahwa terdapat schema khusus yang harus dipasang agar website dapat masuk ke AI Overview.
Google menyatakan bahwa structured data tidak diwajibkan untuk generative AI Search dan tidak ada schema.org markup khusus yang harus ditambahkan hanya agar sebuah halaman dapat muncul dalam fitur AI.
Structured data tetap memiliki manfaat dalam SEO secara keseluruhan dan dapat membantu halaman memenuhi syarat untuk fitur tertentu di Google Search.
Namun, gunakan markup sesuai dengan isi halaman yang benar-benar tersedia.
Untuk memeriksa structured data, Anda dapat menggunakan Google Rich Results Test.
14. Tidak Perlu Membuat llms.txt untuk Google Search
Topik llms.txt sering dibicarakan dalam diskusi optimasi AI Search.
Namun, Google secara resmi telah menjelaskan bahwa file tersebut tidak diperlukan untuk Google Search dan tidak memberikan dampak positif maupun negatif terhadap visibilitas atau ranking Google Search.
Google menjelaskan bahwa website boleh saja memiliki file tersebut untuk kebutuhan sistem atau layanan lain yang menggunakannya, tetapi Google Search sendiri tidak memperlakukannya sebagai persyaratan khusus.
Jadi, apabila waktu Anda terbatas, prioritasnya sebaiknya tetap:
- Technical SEO.
- Crawling dan indexing.
- Kualitas konten.
- Struktur website.
- Internal linking.
- Pengalaman pengguna.
- Pengukuran performa.
Perubahan ini juga tercatat dalam dokumentasi update Google Search Central pada 2026 ketika Google memperjelas posisinya mengenai llms.txt.
15. Jangan Memecah Artikel Menjadi Potongan Kecil Hanya untuk AI
Ada anggapan bahwa setiap artikel harus dipecah menjadi potongan-potongan sangat kecil agar AI dapat memahami dan mengambil bagian tertentu.
Google menyatakan bahwa tidak ada persyaratan seperti itu.
Google juga menyebut bahwa tidak ada panjang halaman ideal yang harus diikuti untuk generative AI Search.
Artikel dapat pendek atau panjang sesuai kebutuhan topiknya.
Fokus pada satu pertanyaan sederhana:
Apakah halaman ini sudah memberikan jawaban yang memuaskan kepada pembaca?
Jika iya, struktur kontennya kemungkinan sudah berada di arah yang tepat.
16. Jangan Membuat Satu Artikel untuk Setiap Variasi Keyword
Karena AI Search dapat memahami hubungan antarpertanyaan dan konsep, membuat halaman terpisah untuk setiap variasi query bukan selalu strategi yang baik.
Misalnya, tidak harus membuat lima artikel berbeda hanya untuk:
- cara optimasi SEO AI
- cara SEO AI Search
- cara optimasi Google AI Search
- SEO untuk AI Overview
- optimasi website AI Overview
Jika semuanya memiliki search intent yang hampir sama, satu artikel komprehensif dapat lebih masuk akal.
Google sendiri memperingatkan agar pemilik website tidak memproduksi halaman dalam jumlah besar hanya untuk mengejar variasi query atau memanipulasi ranking dan respons generative AI.
17. Gunakan Gambar dan Video yang Relevan
Generative AI Search tidak hanya berhubungan dengan teks.
Google juga menyatakan bahwa pengalaman generative AI dapat menampilkan informasi visual seperti gambar dan video yang relevan.
Karena itu, apabila visual benar-benar membantu pembaca, gunakan:
- Screenshot tutorial.
- Diagram.
- Infografik.
- Video tutorial.
- Perbandingan visual.
Pastikan gambar mempunyai nama file yang relevan dan atribut alt yang deskriptif.
Anda dapat mempelajari Google Image SEO best practices untuk optimasi gambar lebih lanjut.
18. Bangun Kredibilitas Penulis
Artikel profesional sebaiknya mencantumkan penulis dengan jelas.
Untuk konten digital marketing, SEO, Google Ads, analytics, dan teknologi, identitas penulis dapat membantu pembaca memahami siapa yang bertanggung jawab atas isi artikel.
Gunakan:
- Nama penulis.
- Profil singkat.
- Pengalaman relevan.
- Link ke halaman profil jika tersedia.
Untuk konteks Vortex, Anda juga dapat menghubungkan pembaca dengan halaman About Us Vortex Digital Marketing untuk memberikan konteks mengenai perusahaan, pengalaman, teknologi, dan layanan yang dijalankan.
19. Hubungkan SEO dengan Tujuan Bisnis
Traffic organik bukan tujuan akhir.
Website bisnis harus melihat bagaimana traffic tersebut bergerak menuju tindakan yang memiliki nilai.
Contohnya:
- Form submission.
- WhatsApp click.
- Phone call.
- Purchase.
- Lead.
- Demo request.
- Consultation.
Karena itu, SEO sebaiknya terhubung dengan analytics dan conversion tracking.
Misalnya sebuah artikel mempunyai 10.000 organic impressions, tetapi tidak menghasilkan traffic atau leads yang relevan. Sementara artikel lain hanya memiliki 1.000 impressions tetapi menghasilkan 20 leads berkualitas.
Jika hanya melihat impressions, evaluasinya bisa keliru.
Dengan data bisnis, Anda dapat mengetahui konten mana yang benar-benar berkontribusi terhadap pertumbuhan.
20. Gunakan Search Console untuk Mengukur Performa AI Search
Perubahan terbesar pada sisi pengukuran datang dari Google Search Console.
Per 31 Agustus 2026, Google menyatakan telah meluncurkan Generative AI Performance Report ke semua situs di seluruh dunia.
Laporan tersebut memberikan data mengenai performa website dalam fitur generative AI di Google Search.
Menurut Google, laporan ini dapat digunakan untuk melihat:
- Perubahan impressions dari fitur AI generatif.
- Halaman yang mendapatkan impressions tertinggi atau terendah.
- Asal impressions berdasarkan perangkat.
- Asal impressions berdasarkan negara.
- Performa website di AI Overview.
- Performa website di AI Mode.
Ini merupakan perkembangan penting karena sebelumnya pemilik website sering hanya dapat menebak apakah kontennya muncul dalam pengalaman AI Search.
Sekarang Google menyediakan laporan yang lebih langsung melalui Search Console.
Anda dapat membaca Generative AI Performance Report di Google Search Console.
21. Periksa Data dengan Hati-Hati Ketika Terjadi Anomali
Karena fitur AI Search dan laporan baru masih terus berkembang, data Search Console dapat mengalami perubahan atau anomali logging.
Google misalnya mencatat adanya masalah logging pada data Generative AI Performance Report untuk periode 13–17 Agustus 2026 dan kemudian menyatakan bahwa data yang hilang telah dipulihkan.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan adanya penurunan atau kenaikan performa hanya berdasarkan satu anomali data.
Ketika terjadi perubahan yang tidak biasa, periksa catatan anomali data Google Search Console.
22. Pastikan Local SEO dan Informasi Bisnis Akurat
Untuk bisnis lokal, informasi bisnis juga semakin penting dalam ekosistem Search generatif.
Google menjelaskan bahwa respons generative AI dapat mencakup informasi mengenai bisnis lokal dan produk.
Karena itu, bila bisnis Anda melayani area tertentu, pastikan:
- Nama bisnis konsisten.
- Alamat benar.
- Nomor telepon benar.
- Jam operasional benar.
- Layanan dijelaskan secara jelas.
- Google Business Profile dikelola dengan benar.
Untuk bisnis tertentu, integrasi dengan ekosistem Google seperti Business Profile dan Merchant Center juga dapat membantu menyediakan data bisnis dan produk kepada Search.
23. Gunakan AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Keahlian
Generative AI dapat membantu mempercepat proses:
- Riset topik.
- Membuat outline.
- Meringkas sumber.
- Mencari ide FAQ.
- Mengembangkan variasi judul.
- Merapikan struktur tulisan.
- Membantu analisis data.
Namun, semua informasi tetap harus diperiksa dan diedit sebelum dipublikasikan.
Workflow yang lebih sehat adalah:
- Tentukan search intent.
- Lakukan riset sumber terpercaya.
- Kumpulkan data.
- Buat struktur pembahasan.
- Gunakan AI sebagai alat bantu bila diperlukan.
- Verifikasi fakta.
- Tambahkan pengalaman dan analisis manusia.
- Edit kualitas bahasa dan konteks.
- Publikasikan.
- Evaluasi performa.
Google menyatakan bahwa penggunaan AI dalam pembuatan konten bukan masalah dengan sendirinya. Yang menjadi masalah adalah penggunaan otomatisasi untuk memanipulasi ranking atau menghasilkan konten berkualitas rendah secara massal.
24. Jangan Mengejar "Mention" Palsu untuk AI Search
Dalam diskusi GEO, ada strategi yang mendorong bisnis mendapatkan sebanyak mungkin mention dari berbagai website hanya agar disebut oleh AI.
Google mengingatkan bahwa mengejar mention yang tidak autentik bukan strategi yang baik.
Yang lebih penting adalah menciptakan informasi berkualitas dan membangun reputasi secara alami.
Jika website Anda memang mempunyai pengalaman, produk, data, opini profesional, atau studi kasus yang berguna, website lain dapat merujuk kepada Anda secara natural.
Checklist Optimasi Website untuk AI Overview dan AI Mode
Gunakan checklist berikut ketika melakukan audit:
- ✓ Googlebot dapat mengakses website.
- ✓ Halaman tidak terkena
noindexsecara tidak sengaja. - ✓ Canonical benar.
- ✓ Halaman berhasil diindeks.
- ✓ Website diikutsertakan dalam generative AI features di Search Console.
- ✓ Konten utama tersedia dalam teks.
- ✓ Judul halaman jelas.
- ✓ Heading terstruktur.
- ✓ Artikel menjawab search intent.
- ✓ Konten memiliki nilai unik.
- ✓ Ada pengalaman, data, contoh, atau analisis jika relevan.
- ✓ Internal link tersedia.
- ✓ Outbound link mengarah ke sumber terpercaya.
- ✓ Structured data digunakan secara wajar.
- ✓ Gambar dan video relevan.
- ✓ Mobile experience baik.
- ✓ HTTPS aktif.
- ✓ Duplicate content dikendalikan.
- ✓ Search Console aktif.
- ✓ Generative AI Performance Report diperiksa.
Hal yang Tidak Perlu Dilakukan
Agar strategi SEO tidak berubah menjadi pencarian "hack", beberapa hal berikut tidak perlu menjadi prioritas khusus untuk Google Search:
- Tidak perlu membuat llms.txt untuk membantu ranking Google.
- Tidak perlu membuat schema khusus AI.
- Tidak perlu memecah setiap artikel menjadi potongan kecil secara artifisial.
- Tidak perlu mengulang keyword secara berlebihan.
- Tidak perlu membuat halaman baru untuk setiap variasi query yang memiliki intent sama.
- Tidak perlu mengejar mention palsu.
- Tidak perlu membeli layanan yang mengklaim mempunyai akses ke "internal ranking signal" Google.
Google sendiri menyarankan agar pemilik website fokus pada praktik SEO fundamental dan konten berkualitas.
Contoh Struktur Artikel yang Lebih Siap untuk AI Search
Untuk artikel tutorial, struktur berikut dapat digunakan:
<h1>Cara Optimasi Website agar Lebih Siap Muncul di Google AI Overview & AI Mode</h1>
<p>Jawaban singkat mengenai masalah utama...</p>
<h2>Apa Itu AI Overview dan AI Mode?</h2>
<h2>Apakah SEO Masih Penting?</h2>
<h2>Cara Optimasi Website</h2>
<h3>1. Periksa Indexing</h3>
<h3>2. Periksa Technical SEO</h3>
<h3>3. Perbaiki Konten</h3>
<h3>4. Bangun Internal Link</h3>
<h3>5. Tingkatkan Page Experience</h3>
<h3>6. Gunakan Data dan Studi Kasus</h3>
<h2>Cara Mengukur Performa di Search Console</h2>
<h2>Checklist Audit</h2>
<h2>FAQ</h2>
<h2>Kesimpulan</h2>
Struktur tersebut memudahkan pembaca menemukan informasi sekaligus membantu website mempunyai arsitektur informasi yang lebih jelas.
AI Overview Tidak Menghilangkan SEO
Perubahan terbesar dari AI Search bukan berarti SEO sudah mati.
Justru Google sendiri menyatakan bahwa generative AI Search tetap berakar pada sistem Search yang sudah ada.
Website masih membutuhkan:
- Crawling.
- Indexing.
- Konten berkualitas.
- Relevansi.
- Struktur informasi.
- Internal link.
- Pengalaman halaman yang baik.
- Data dan pengukuran.
Yang berubah adalah cara pengguna mencari informasi dan cara Google menyajikan informasi tersebut.
Pengguna sekarang bisa melakukan pencarian yang jauh lebih panjang dan kompleks.
Karena itu, website tidak seharusnya hanya mengejar keyword.
Website harus mampu menjadi sumber informasi yang benar-benar berguna.
Strategi SEO 2026: Bangun Website yang Berguna untuk Manusia dan Mudah Dipahami Search
Jika seluruh panduan Google tentang generative AI Search diringkas menjadi satu prinsip, maka jawabannya sederhana:
Bangun website yang benar-benar berguna bagi manusia, kemudian pastikan Google dapat menemukan, memahami, dan mengaksesnya.
Jangan membuat website khusus untuk AI.
Jangan membuat artikel khusus untuk robot.
Jangan mengejar trik yang belum terbukti.
Bangun fondasi yang kuat:
- Technical SEO yang sehat.
- Konten original dan people-first.
- Struktur website yang jelas.
- Internal linking yang logis.
- Pengalaman pengguna yang baik.
- Data yang dapat dianalisis.
- Search Console sebagai alat diagnosis.
Untuk bisnis, SEO juga sebaiknya dihubungkan dengan acquisition dan conversion. Traffic organik yang besar belum tentu bernilai jika tidak menghasilkan leads, pelanggan, atau tindakan bisnis.
Inilah alasan pendekatan digital marketing modern perlu menghubungkan SEO, website, advertising, analytics, dan conversion dalam satu ekosistem.
Untuk kebutuhan strategi digital marketing yang menggabungkan acquisition, website, tracking, dan conversion, Anda dapat mengenal lebih lanjut Vortex Digital Marketing.
FAQ Optimasi Website untuk Google AI Overview dan AI Mode
Apakah ada schema khusus agar website muncul di AI Overview?
Tidak. Google menyatakan bahwa tidak ada schema.org markup khusus yang diperlukan hanya untuk tampil dalam generative AI Search. Structured data tetap dapat digunakan sebagai bagian dari SEO secara keseluruhan dan untuk eligibility fitur Search tertentu.
Apakah website harus mempunyai llms.txt?
Tidak untuk Google Search. Google menyatakan bahwa llms.txt tidak diperlukan untuk tampil di Google Search dan tidak memberikan dampak positif maupun negatif terhadap ranking Google Search.
Apakah artikel harus panjang?
Tidak ada jumlah kata ideal yang ditentukan Google untuk generative AI Search. Artikel sebaiknya cukup lengkap untuk menyelesaikan kebutuhan pembaca.
Apakah Core Web Vitals yang bagus menjamin masuk AI Overview?
Tidak. Page experience merupakan salah satu aspek kualitas halaman, tetapi tidak ada satu metrik yang menjamin sebuah halaman akan ditampilkan dalam AI Overview atau AI Mode.
Apakah semua halaman yang terindeks akan masuk AI Overview?
Tidak. Google menjelaskan bahwa halaman yang memenuhi persyaratan dan praktik terbaik tetap tidak dijamin selalu di-crawl, diindeks, atau ditampilkan.
Bagaimana cara mengetahui performa website di AI Search?
Gunakan Generative AI Performance Report di Search Console.
Apakah SEO dan Google Ads sebaiknya dipisahkan?
Tidak harus. SEO dan paid advertising memiliki fungsi yang berbeda, tetapi keduanya dapat saling mendukung dalam strategi acquisition. SEO membangun visibilitas organik, sementara advertising dapat digunakan untuk menangkap demand secara lebih langsung.
Untuk kebutuhan pengelolaan Google Ads, Meta Ads, TikTok Ads, tracking, dan conversion, lihat Ads Service Vortex.
Referensi Resmi Google
- Google Search Central – Optimizing Your Website for Generative AI Features
- Google Search Central – AI Features and Your Website
- Google Search Central – Search Technical Requirements
- Google Search Central – Panduan Memulai SEO
- Google Search Central – Page Experience
- Google Search Console – Generative AI Performance Report
- Google Search Console – Generative AI Search Controls
- Google Search Central – What's New
Kesimpulan
Optimasi website untuk Google AI Overview dan AI Mode bukan berarti Anda harus mempelajari "trik rahasia AI SEO". Google justru memberikan arah yang cukup jelas.
Pastikan website dapat di-crawl dan diindeks. Buat konten yang unik dan memberikan nilai nyata. Gunakan struktur halaman yang jelas. Hubungkan halaman dengan internal link yang relevan. Berikan pengalaman pengguna yang baik. Gunakan structured data secara wajar. Jangan mengejar llms.txt atau schema khusus AI. Kemudian ukur performanya menggunakan Search Console.
Generative AI Search memang mengubah cara orang menemukan informasi, tetapi prinsip utamanya tetap sama: website yang membantu manusia memiliki fondasi yang lebih kuat untuk ditemukan oleh mesin pencari.
Perbedaannya pada 2026 adalah cara Google memahami pertanyaan, menggabungkan informasi dari berbagai sumber, dan menyajikannya kepada pengguna melalui pengalaman Search yang semakin interaktif.
Karena itu, strategi SEO yang paling masuk akal bukan sekadar mengejar ranking satu keyword, tetapi membangun website yang benar-benar memiliki relevansi, kualitas, struktur, pengalaman, dan nilai bisnis.

